Selasa, 02 Mei 2017

Brigata Curva Sud PSS Sleman 1976 - LANGKAH KECIL (lirik)

== Brigata Curva Sud 1976 - Langkah Kecil ==
by: Neckemic

Langkah Kecil ku berjalan
Deru Nafas ini kurasakan
Jika harus ku bertahan
Segalanya akan kukorbankan

Setiap jejak yang kutinggalkan
Menepaki harum kemenangan

Reff:
SUPER ELJA lihatlah kami datang di sini
Menemani Berjanji kamu takkan sendiri
SUPER ELJA lihatlah kami datang di sini
Bersamamu semangatku tak akan berhenti

Dan pastikan kami slalu datang melihatmu
MENANG...!

== Kembali ke Reff (2x) ==

Rabu, 26 April 2017

alfaraby

Masa Kecil Al Farabi adalah salah satu ilmuwan dan filsuf Islam, selain itu beliau juga dikenal sebagai fisikawan, kimiawan, ahli logika, ilmu jiwa, metafisika, politik, musik, dll. Al Farabi yang mempunyai nama lengkap Abu Nasr Muhammad bin Muhammad bin Tarkhan bin Uzlag Al-farabi lahir di Wasij di Distrik Farab (juga dikenal dengan nama Utrar), sekarang di wilayah Uzbekistan, tahun 257 H/ 870 M dan meninggal di Damaskus tahun 950 M (berumur sekitar 80 tahun). Di dunia barat Al Farabi dikenal dengan nama Alpharabius atau Abunasir (Avennaser). Ibunya berasal dari Turki dan ayahnya berasal dari Persia (Suriah). Ayah beliau adalah seorang opsir keturunan Persia yang mengabdi kepada pangeran-pangeran Dinasti Samaniyyah. Diprediksi masuknya keluarga Farabi ke dalam islam terjadi pada masa hidup kakek beliau, Tarkhan. Peristiwa itu terjadi kira-kira bersamaan dengan peristiwa penaklukan dan islamisasi atas Farab oleh Dinasti Samaniyyah pada tahun 839-840 M. Kenyataan bahwa Al-Farabi adalah putra seorang militer menjadi cukup penting karena hal itu memisahkan dirinya dari filsuf-filsuf islam abad pertengahan lainnya. Tidak seperti Ibnu Sina yang ayahnya bekerja dalam birokrasi Samaniyyah atau Al Kindi yang ayahnya adalah gubernur Kufah. Al Farabi tidak termasuk dalam kelas katib, suatu kelas yang memainkan peranan administratif yang besar bagi pengusaha-pengusaha Abbasiyyah dan satelit-satelit mereka. Ketika kecil, beliau dikenal rajin belajar dan memiliki otak yang cerdas, belajar agama, bahasa Arab, Bahasa Turki, dan bahasa Parsi di kota kelahirannya, Farab. Selain itu beliau juga mempelajari Al Qur'an, tata bahasa, kesusasteraan, ilmu-ilmu agama (fiqih, tafsir, dan ilmu hadits) dan aritmatika dasar. Al Farabi muda belajar ilmu-ilmu Islam dan musik di Bukhara. Sebelum diciptakan sistem madrasah di Seljuk, menuntut ilmu dilakukan di lingkungan-lingkungan pengajaran yang diadakan oleh berbagai individu, baik di rumah mereka maupun di masjid. Ada juga perpustakaan besar yang menyambut hangat para pakar yang hendak melakukan studi. Ada dikotomi tertentu antara ilmu-ilmu Islam seperti tafsir, hadits, fiqih, serta ushul (prinsip-prinsip dan sumber-sumber agama) dan studi tambahan seperti studi bashasa Arab dan kesusasteraan dan ilmu-ilmu asing, yaitu ilmu-ilmu Yunani yang memasuki dunia Islam melalui penerjemahan dari orang-orang Kristen Nestorian seperto Hunain Ibn Ishaq dan mahzabnya. Lembaga pendidikan pada awalnya bersifat tradisional yang mendapatkan dukungan finansial dari wakaf, sedangkan ilmu-ilmu rasional biasanya diajarkan di rumah atau di Dar Al-Ilm'. Baghdad Kurang puas dengan pendidikan yang ada di sana, Ibnu Farabi pindah ke Baghdad yang merupakan pusat ilmu pengetahuan dan peradaban saat itu. Di Baghdad beliau bertemu dengan orang-orang terkenal dari beragam disiplin ilmu pengetahuan. Al Farabi belajar bahasa dan sastra Arab dari Abu Bakr al-Sarraj; belajar logika dan filsafat dari Abu Bisyr Mattius (seorang Kristen Nestorian) yang banyak menerjemahkan filsafat Yunani dan Yuhana bin Hailam (seorang filsuf Kristen). Al-Farabi unggul dalam ilmu logika. Beliau banyak memberikan sumbangsih dalam penempaan sebuah bahasa filsafat baru dalam bahasa Arab meskipun menyadari perbedaan antara tata bahasa Arab dan Yunani. Harran Setelah kurang lebih 10 tahun tinggal di Baghdad, kira-kira pada tahun 920 M, Al Farabi mengembara ke kota Harran yang terletak di Utara Syria, dimana saat itu Harran merupakan pusat kebudayaan Yunani di Asia Kecil. Daerah Harran ini dikenal pula sebagai tempat nabi Ibrahim as lahir dan dibesarkan sekaligus menjadi tempat lahir bapak para nabi itu. Di Harran beliau belajar pada seorang filsuf kristen yang bernama Yuhanna bin Jilad. Baghdad Al Farabi kemudian kembali lagi ke Baghdad untuk mengajar dan menulis. Beliau adalah filsuf Islam pertama yang berupaya menghadapkan, mempertalikan, dan sejauh mungkin menyelaraskan filsafat Yunani klasik dengan Islam serta berupaya membuatnya bisa dimengerti di dalam konteks agama-agama wahyu. Beliau berhasil menyusun sistematika konsepsi filsafat secara meyakinkan. Posisinya mirip dengan Plotinus (204-270 M) yang menjadi peletak filsafat pertama di dunia barat. Jika orang Arab menyebut Plotinus sebagai Syaikh al-Yunani (guru besar dari Yunani) maka mereka menyebut al Farabi sebagai al-Mu'allim al-Tsani (guru kedua). 'Guru pertama' disandang oleh Aristoteles. Julukan 'guru kedua' diberikan pada al Farabi karena beliau adalah filsuf muslim pertama yang berhasil menyingkap misteri kerumitan yang kontradiktif antara pemikiran filsafat Aristoteles dan Plato (guru Aristoteles). Karya Al Farabi yang berjudul al-Ibanah 'an Ghardh Aristhu fi Kitab Ma Ba'da al-Thabi'ah (Penjelasan Maksud Pemikiran Aristoteles tentang Metafisika) banyak membantu para filsuf sesudahnya dalam memahami pemikiran filsafat Yunani. Konon Ibnu Sina (filsuf besar sesudah Al Farabi) sudah membaca 40 kali buku metafisika Aristoteles, bahkan beliau menghapalnya, tapi diakui bahwa beliau belum juga mengerti. Namun setelah membaca kitab karya Al farabi yang khusus menjelaskan maksud dari pemikiran Aristoteles, Ibnu Sina mengaku mulai paham pemikiran metafisik Aristoteles. Setelah melakukan petualangan cukup lama di Baghdad sekitar 20 tahun, pada tahun 942 M situasi di ibukota semakin buruk karena adanya pemberontakan yang dipimpin seorang mantan kolektor pajak Al-Baridi, kelaparan dan wabah merajalela. Khalifah Al-Muttaqi meninggalkan Baghdad dan berlindung di Istana pangeran Hamdaniyyah, Hasan (yang kemudian mendapat sebutan Nashr Al-Daulah) di Mosul. Saudara Nashir, Ali, bertemu khalifah di Tarkit. Ali memberi khalifah makanan dan uang agar khalifah dapat sampai ke Mosul. Kedua saudara Hamdaniyyah ini kemudian kembali bersama khalifah ke baghdad untuk mengatasi pemberontakan. Sebagai rasa terima kasih khalifah menganugerahi Ali gelar Saif Al-Daulah. Al Farabi sendiri pergi ke Damaskus. Damaskus Menurut Ibn Abi Usaibi'ah di Damaskus Al-Farabi bekerja siang dan malam sebagai tukang kebun dan malam hari belajar teks-teks filsafat dengan memakai lampu jaga. Al-Farabi terkenal sangat saleh dan zuhud. Beliau tidak terlalu mementingkan hal-hal keduniawiaan. Al Farabi membawa manuskripnya yang berjudul Al-Madinah Al-Fadhilah, manuskrip yang mulai ditulisnya di Baghdad. Di Damaskus manuskrip tersebut berhasil diselesaikan pada tahun 942/3 M. Sekitar masa-masa ini Al Farabi melakukan perjalanan ke Mesir yang pada saat itu diperintah oleh Ikhsyidiyyah. Menurut Ibn Khallikan, di Mesir inilah Al Farabi menyelesaikan Siayasah Al-Madaniyyah yang mulai ditulis di Baghdad. Setelah meninggalkan Mesir, Al Farabi bergabung dengan lingkungan cendekiawan cemerlang filosof, penyair, dan sebagainya yang berada di sekitar Pangeran Hamdaniyyah yang bernama Said Al-Daulah. Sultan memberi Al Farabi jabatan sebagai ulama istana dengan banyak fasilitas kerajaan yang mewah. Namun fasilitas mewah itu ditolaknya dan hanya mau menerima 4 dirham/hari untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya secara sederhana. Sisa dari gaji yang diterima dari istana digunakan Al Farabi untuk kepentingan sosial dan dibagi-bagikan pada kaum fakir miskin di sekitar Aleppo dan Damaskus. Pada tahun 950 M, Al Farabi wafat dengan usia sekitar 80 tahun. Ada satu legenda di kemudian hari yang tidak terdapat pada sumber awal dan karena hal itu maka diragukan bahwa Al farabi dibunuh oleh pembegal-pembegal jalan setelah berani mempertahankan diri. Al Qifti mengatakan bahwa Al Farabi meninggal ketika perjalanan ke Damaskus bersama Said Al-Daulah. Saif al-Daulah dan beberapa anggota lainnya melakukan upacara pemakaman untuk Al Farabi. Buah Pemikiran Filasafat Al Farabi Al Farabi menggunakan proses konseptual yang disebutnya dengan nazhariyyah al-faidh (teori emanasi) untuk memahami hubungan antara Tuhan dan alam pluralis dan empirik. Menurut teori ini, alam terjadi dan tercipta karena pancaran dari Yang Esa (Tuhan), yaitu keluarnya mumkin al-wujud (disebut alam) dari pancaran Wajib al-Wujud (Tuhan). Proses terjadinya emanasi (pancaran) ini melalui tafakur (berpikir) Tuhan tentang diri-Nya sehingga Wajib al-Wujud juga diartikan 'Tuhan yang Berpikir'. Tuhan senantiasa aktif berpikir tentang diri-Nya sendiri sekaligus menjadi obyek pemikiran. Al Farabi memberi 3 istilah yang disandarkan pada Tuhan: 1. al-'Aql (akal) >> sebagai zat atau hakikat dari akal-akal 2. al-'Aqil (yang berakal) >> sebagai subyek lahirnya akal-akal 3. al-Ma'qul (yang menjadi sasaran akal) >> sebagai obyek yang dituju oleh akal-akal Sistematika teori emanasi al-Farabi adalah sebagai berikut: 1. Tuhan sebagai al-'Aql dan sekaligus Wujud I. Tuhan sebagai al-'Aql (WUjud I) ini berpikir tentang diri-Nya sehingga melahirkan Wujud II yang substansinya adalah Akal I --> al-Sama' al-Awwal (langit pertama) 2. Wujud II berpikir tentang Wujud I sehingga melahirkan Wujud III yang substansinya Akal II --> al-Kawakib (bintang-bintang) 3. Wujud III berpikir tentang Wujud I sehingga melahirkan Wujud IV yang substansinya Akal III --> Saturnus 4. Wujud IV berpikir tentang Wujud I sehingga melahirkan Wujud V yang substansinya Akal IV --> Jupiter 5. Wujud V berpikir tentang Wujud I sehingga melahirkan Wujud VI yang sunstansinya Akal V --> Mars 6. Wujud VI berpikir tentang Wujud I sehingga melahirkan Wujud VII yang substansinya Akal VI --> Matahari 7. Wujud VII berpikir tentang Wujud I sehingga melahirkan Wujud VIII yang substansinya Akal VII --> Venus 8. Wujud VIII berpikir tentang Wujud I sehingga melahirkan Wujud IX yang substansinya Akal VIII --> Mercury 9. Wujud IX berpikir tentang Wujud I sehingga melahirkan Wujud X yang substansinya Akal IX --> Bulan 10. Wujud X berpikir tentang Wujud I sehingga melahirkan Wujud XI yang substansinya Akal X --> Bumi, ruh, materi pertama (Hyle) yang menjadi dasar terbentuknya bumi: api, udara, air, dan tanah. Akal X ini disebut juga al-'aql al-fa'al (akal aktif) yang biasa disebut Jibril yang berperan sebagai wahib al-suwar (pemberi bentuk, form). Al Farabi membagi wujud-wujud itu ke dalam 2 kategori: 1. Esensinya tidak berfisik Baik yang tidak menempati fisik (yaitu Tuahn, Akal I, dan Akal-Akal Planet) maupun yang menempati fisik (yaitu jiwa, bentuk, dan materi) 2. Esensinya berfisik Yaitu benda-benda langit, manusia, hewan, tumbuhan, barang-barang tambang, dan unsur yang empat: api, udara, air, tanah Pemikiran Al Farabi tentang Jiwa Menurutnya, jiwa berasal dari pancaran Akal X (Jibril). Hubungan antara jiwa dan jasad hanya bersifat accident ('ardhiyyah), artinya ketika fisik binasa jiwa tidak ikut binasa karena substansinya berbeda. Jiwa manusia disebut al-nafs al-nathiqah (jiwa yang berpikir) yang berasal dari alam Illahi sedang jasad berasal dari alam khalq yang berbentuk, berkadar, bergerak, dan berdimensi. Jiwa manusia, menurut Al Farabi, memiliki 3 daya: 1. Daya gerak (quwwah muharrikah), berupa makan (ghadiyah, nutrition); memelihara (murabbiyah, preservation); dan berkembang biak (muwallidah, reproduction) 2. Daya mengetahui (quwwah mudrikah), berupa merasa (hassah, sensation) dan imajinasi (mutakhayyilah, imagination) 3. Daya berpikir (al-quwwah al-nathiqah, intellectual), berupa akal praktis ('aql 'amali) dan akal teoritis ('aql nazhari). 'Aql nazhari terbagi pada 3 tingkatan: a. al-'aql al-hayulani (akal potensial, material intellect) yang mempunyai 'potensi berpikir' dalam arti melepaskan arti-arti atau bentuk-bentuk (mahiyah) dari materinya b. al-'aql bi al-fi'l (akal aktual, actual intellect) yang dapat melepaskan arti-arti (mahiyah) dari materinya dan arti-arti itu telah mempunyai wujud dalam akal yang sebenarnya (aktual) bukan lagi dalam bentuk potensial c. al-'aql al-mustafad (akal pemerolehan, acquired intellect) yang sudah mampu menangkap bentuk murni (pure form) tanpa terikat pada materinya karena keberadaannya (pure form) tidak pernah menempati materi. al-'aql al-mustafad bisa berkomunikasi dengan Akal X (Jibril) dan mampu menangkap pengetahuan yang dipancarkan oleh 'akal aktif' ('aql fa'al). Dan 'aql fa'al menjadi mediasi yang bisa mengangkat akal potensial naik menjadi akal aktual, juga bisa mengangkat akal aktual naik menjadi akal mustafad. Hubungan anatar 'aql al-fa'al dan 'aql mustafad ibarat mata dan matahari. Pemikiran Al Farabi tentang Asal-Usul Negara dan Warga Negara Menurut Al Farabi, manusia merupakan warga negara yang merupakan salah satu syarat terbentuknya negara. Oleh karena itu manusia tidak dapat hidup sendiri dan selalu membutuhkan bantuak orang lain, maka manusia menjalin hubungan-hubungan (asosiasi). Kemudian dalam proses yang panjang pada akhirnya terbentuk suatu Negara. Menurut Al Farabi, negara atau kota merupakan suatu kesatuan masyarakat yang paling mandiri dan paling mampu memenuhi kebutuhan hidup abtara lain: sandang, pangan, papan, dan kemanan, serta mampu mengatur ketertiban masyarakat sehingga mencapai kesempurnaan bagi masyarakat menjadi mudah. Negara yang sudah mandiri dan bertujuan untuk mencapai kebahagiaan yang nyata adalah Negara Utama. Menurutnya, warga negara merupakan unsur yang paling pokok dalam suatu negara yang diikuti dengan segala prinsip-prinsipnya (mabadi) yang berarti dasar, titik awal, prinsip, ideologi, dan konsep dasar. Keberadaan warga negara sangat penting karena warga negaralah yang menentukan sifat, corak serta jenis negara. Menurut Al Farabi, perkembangan dan/atau kualitas negara ditentukan oleh warga negaranya. Mereka juga berhak memilih seorang pemimpin negara yaitu seorang yang paling unggul dan paling sempurna diantara mereka. Negara Utama dianalogikan seperti tubuh manusia yang sehat dan utama karena secara alami pengaturan organ-organ dalam tubuh manusia bersifat hierarkis dan sempurna. Ada 3 klasifikasi utama: 1. Jantung. Jantung erupakan organ pokok karena jantung adalah organ pengatur yang tidak diatur oleh organ lain 2. Otak. Bagian ini selain bertugas melayani jantung juga mengatur organ-organ bagian di bawahnya yakni organ peringkat ketiga, seperti hati, limpa, dan organ-organ reproduksi. 3. Organ bagian ketiga. Organ terbawah ini hanya bertugas mendukung dan melayani organ dari bagian atas. Pemikiran Al Farabi tentang Pemimpin Dengan prinsip yang sama, seorang pemimpin negara merupakan bagian yang paling penting dan paling sempurna di dalam suatu negara. Menurut Al Farabi, pemimpin adalah seorang yang disebut sebagai filsuf yang berkarakter Nabi yakni seorang yang mempunyai kemampuan fisik dan jiwa (rasionalitas dan spiritualitas). Disebutkan adanya pemimpin generasi pertama (the first one-dengan segala kesempurnaannya-Imam) dan karena sangat sulit untuk ditemukan (keberadaannya) maka generasi kedua atau generasi selanjutnya sudah cukup, yang disebut sebagai (Ra'is) atau pemimpin golongan kedua. Selanjutnya Al Farabi mengingatkan bahwa walaupun kualitas lainnya sudah terpenuhi namun kualitas seorang filsuf tidak terpenuhi atau tidak ambil bagian dalam suatu pemerintahan maka Negara Utama tersebut bagai 'kerajaan tanpa seorang Raja'. Oleh karena itu, Negara dapat berada diambang kehancuran. Pemikiran Al Farabi tentang Teori Kenabian Teori ini sekaligus digunakan untuk merespon pendapat Ibnu al-Rawandi yang lebih tegas penolakannya terhadap kenabian dan Al Razi yang kritik dan penolakannya pada kenabian masih kontroversi dan diragukan. Menurut Al Farabi, nabi dan filosof sama-sama mampu berkomunikasi dengan 'aql fa'al (akal ke 10) yang tidak lain adalah Jibril karena keduanya sampai pada tingkat 'aql mustafad. Hanya keduanya memiliki perbedaan: Nabi mampu berkomunikasi dengan akal ke-10 tanpa melalui latihan khusus karena mendapat limpahan dari Tuhan berupa kekuatan atau daya suci (quwwah qudsiyyah) yang di dalamnya ada daya imaginasi luar biasa berupa al-hads (semacam insight khusus). Sementara filosof harus melalui latihan yang serius dan cukup lama. Dengan demikian, Nabi lebih tinggi tingkatannya daripada filosof dan bisa juga dikatakan bahwa setiap Nabi pasti seorang filosof tapi seorang filosof belum tentu seorang Nabi. Karya-Karya Al Farabi 1. Al Jami’u Baina Ra’ya Al Hakimain Al falatoni Al Hahiy wa Aristho-thails (Filosofi Plato dan Aristoteles). 2. Tahsilu as Sa’adah (Mencari Kebahagian). 3. As Suyasatu Al Madinah (politik pemerintahan). 4. Fususu Al Taram (hakekat kebenaran) 5. Al Madinah Al Fadilah (Kota atau Negara Utama). 6. As Syiyasyah (Ilmu Politik) 7. Fi Ma’ani Al Aqli. 8. Ihsho’u Al Ulum (kumpulan berbagai ilmu). 9. At Tangibu ala As Sa’adah. 10. Isabetu Al Mufaraqaat. Demikianlah sedikit kisah tentang Al Farabi. Semoga kita bisa menjadi umat Islam yang berpikir kritis dan cerdas :D 

Cheap Offers: 
http://bit.ly/gadgets_cheap




Kamis, 02 Maret 2017

IAIN Purwokerto

IAIN Purwokerto 


Logo IAIN Purwokerto
Institut Agama Islam Negeri Purwokerto atau disingkat IAIN Purwokerto adalah salah satu Institut Agama Islam Negeri di Purwokerto. Institut ini berada di bawah Kordinator Kementrian Agama RI yang menyelenggarakan Pendidikan setingkat Sarjana S.1 , Master/Magister S.2 dan Doktor S.3. Lokasi kampus IAIN Purwokerto berada di Jalan Ahmad Yani No 40A Purwokerto.
IAIN Purwokerto memiliki 5 fakultas dengan 1 program D.3, 21 program S.1 ,Serta  Pasca-Sarjana dengan 6 program studi S.2 dan 1 program studi S.3.
5 Fakultas tersebut yaitu:

IAIN Purwokerto malam hari
         1. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK)
  • Pendidikan Agama Islam S.1
  • Pendidikan Bahasa Arab S.1
  • Manajemen Pendidikan Islam S.1
  • Pendidikan Guru Madrasah ibtidaiyah S.1
  • Pendidikan Guru Raudlatul Athfal S.1
  • Tadris Matematika S.1
  • Tadris Bahasa Inggris S.1
           2. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI)
  • Ekonomi Syariah S.1
  • Perbankan Syariah S.1
  • Manajemen Zakat dan Wakaf S.1
  • Manajemen Perbankan Syariah D.3
          3. Fakultas Syari'ah
  • Hukum Keluarga Islam S.1
  • Hukum Ekonomi Syariah S.1
  • Hukum Tata Negara (Siyasah) S.1
  • Perbandingan Madzhab S.1
          4. Fakultas Ushuludin,Adab dan Humaniora (FUAH)
  • Ilmu Al Quran dan Tafsir S.1
  • Studi Agama-Agama S.1
  • Sejarah Peradaban Islam S.1
          5. Fakultas Dakwah
  • Bimbingan dan Penyuluhan Islam S.1
  • Komunikasi dan Penyiaran Islam S.1
  • Manajemen Dakwah S.1
  • Pengembangan Masyarakat Islam S.1
     

          Program Pasca-Sarjana, antara lain:
  • Manajemen Pendidikan Islam S.2
  • Pendidikan Agama Islam S.2
  • Komunikasi dan Penyiaran Islam S.2
  • Ilmu Pendidikan Dasar Islam S.2
  • Hukum Ekonomi Syari'ah S.2
  • Ekonomi Syari'ah S.2
  • Studi Islam Interdisipliner S.3 
         

    * Yang dicetak tebal adalah Jurusan/fakultas yang baru dibuka pada tahun ajaran 2017/2018


Rabu, 30 November 2016

HELALA BOYS – MA NSMA7 FIK (Lyrics)



HELALA BOYS – MA NSMA7 FIK (Lyrics)

La la la la la dali dali daliou
La la la la la dali dali daliou
Alia liooo alia lialooo
Alia liooo alia lialooo

Mansma7 fik, man ghib 3lik
B9odrate rabi mankhalik
Wch7al nbghik b3amri nfdik
Men soughri ra n3cha9 fik

38 Onore bella storia
Yal K.A.C legenda ona Gloria
M3ak Fidelli vida ULTRAS
n3ichouha

Diffidati nostra curva nzahouha
Jibo lboulice, zidou Simeee
Wlid lkhadra mdifouleee
N3ach9o lkhadra
A.C.A.B
Wmankhafo ghir rabbi

Ya l ministre jinak b9adiya
Wl comite ya azmou lwad3iyaa
Wl7al bidik machi bidiya
Yar7an waldik wafarli l7oriyaa

Casquette Cachecol, wajhi cagool
jamais nkhafo, Les Controles
Nostra Parcour
Tarikh fl hool, Cachcolate Les Bondroles

Virage mahbool jama3 ghi l3oulama
Choufou lma9hoor, ya tal3a blghrama
Way a lmadrour m3ana non si compara
W3lik door wnta mc

La la la la la dali dali daliou
La la la la la dali dali daliou
Alia liooo alia lialooo
Alia liooo alia lialooo

PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP EKOLOGI



PENGERTIAN dan RUANG LINGKUP EKOLOGI

     Pengertian Ekologi
Pada dasarnya istilah ekologi berasal dari kata dalam bahasa Yunani yaitu Oikos; Rumah atau Rumah Tangga  dan Logos; Ilmu. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, ekologi adalah  ilmu tentang hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan (kondisi) alam sekitarnya (lingkungannya) Istilah ini mula-mula diperkenalkan oleh Ernest Haeckel pada tahun 1869. Tetapi jauh sebelurmya, studi dalam bidang-bidang yang sekarang termasuk dalam ruang lingkup ekologi telah dilakukan oleh para pakar.
Secara harfiyah Ekologi adalah pengkajian hubungan organisme-organisme atau kelompok organisme terhadap lingkungannya. Ada juga yang mengatakan bahwa ekologi adalah suatu ilmu yang mencoba mempelajari hubungan antara tumbuhan, binatang, dan manusia dengan lingkungannya di mana mereka hidup, bagaimana kehidupannya, dan mengapa berada di tempat tersebut.
Ekologi merupakan salah satu cabang Biologi yang hanya mempelajari apa yang ada dan apa yang terjadi di alam dengan tidak melakukan percobaan. Tetapi biasanya ekologi didefinisikan sebagi pengkajian hubungan organisme-organisme atau kelompok-kelompok organisme terhadap lingkungannya, atau ilmu hubungan timbal-balik antara organisme-organisme hidup dan lingkungannya. Sebab ekologi memperhatikan terutama biologi “golongan-golongan” organisme dan dengan proses-proses fungsional di daratan dan air adalah lebih tetap berhubungan dengan upaya mutakhir untuk mendefinisikan ekologi sebagai pengkajian struktur dan fungsi alam, telah dipahami bahwa manusia merupakan bagian dari pada alam.
Menurut Odum (1971) ekologi mutakhir adalah suatu studi yang mempelajari struktur dan fungsi ekosistem atau alam di mana manusia adalah bagian dari alam. Struktur di sini menunjukan suatu keadaan dari sistem ekologi pada waktu dan tempat tertentu termasuk kerapatan atau kepadatan, biomas, penyebaran potensi unsur-unsur hara (materi), energi, faktor-faktor fisik dan kimia lainnya yang mencirikan sistem tersebut. Sedangkan fungsinya menggambarkan sebab-akibat yang terjadi dalam sistem. Jadi pokok utama ekologi adalah mencari pengertian bagaimana fungsi organisme di alam.
Jelaslah bahwa ekologi adalah ilmu yang mempelajari makhluk hidup dalam rumah tangganya atau ilmu yang mempelajari seluruh pola hubungan timbal balik antara makhluk hidup sesamanya dan dengan komponen di sekitarnya.

Dalam ekologi, istilah populasi dinyatakan sebagai golongan individu-individu dari setiap spesies organisme. Sedangkan komunitas adalah semua populasi-populasi yang menduduki daerah tertentu. Komunitas dan lingkungan yang tidak hidup berfungsi bersama sebagai sistem ekologi atau ekosistem.
Ekologi dikaitkan hanya dengan 6 (enam) level organisasi, yaitu: organisme (individu), populasi, komunitas, ekosistem (ecology system ), sosio-ekosistem dan ekosfer atau biosfer.
1.      Organisme (individu) adalah  Kesatuan genetik yang sama.
2.      Populasi adalah kelompok individu yang sejenis, yang dapat mengadakan interbreeding dan menempati area tertentu, pada waktu tertentu
3.      Komunitas adalah kelompok organisme yang terdiri atas sejumlah jenis yang berbeda, yang secara bersama-sama menempati habitat atau area yang sama, dan terjadi interaksi melalui hubungan trofik dan spatial.
4.      Ekosistem adalah komunitas alami yang berinteraksi satu sama lain, dengan faktor fisik dan kemis seperti energi matahari, temperatur udara, angin, kelembaban udara, air, tanah, dan sebagainya. Ekosistem juga didefinisikan sebagai unit fungsional yang meliputi komponen biotik (tumbuhan, hewan, dan manusia) dan komponen abiotik (lingkungan fisiko-kemis) dari area spesifik. Oleh karena itu, untuk menyebutkan suatu ekosistem harus disebutkan juga area spesifiknya.
5.      Sosio-Ekosistem adalah  lingkungan masyarakat; tingkat organisasi yang lebih tinggi dalam ekosistem
6.      Ekosfer/biosfer adalah bagian bumi tempat semua organisme hidup berada dan berinteraksi; atau bagian bumi dan atmosfer yang dapat menunjang kehidupan organisme. Ekosfer terdiri atas: atmosfer (udara), hidrosfer (perairan/ lautan), dan lithosfer (daratan/ tanah

v  Hubungan Ekologi Dengan Ilmu Lain

Ekologi mempunyai perkembangan yang berangsur-angsur. Dari perkembangan itu semakin terlihat bahwa ekologi mempunyai hubungan dengan hampir ilmu-ilmu lainnya. Guna memahami ruang lingkup dan sangkut-pautnya ekologi, persoalannya harus dipandang dalam hubungannya dengan ilmu-ilmu lain. Untuk mengerti hubungan antara organisme dan lingkungan, semua bidang ilmu yang menerangkan tentang komponen-komponen makhluk hidup dan lingkungan itu sangat diperlukan. Jika berbicara mengenai pencemaran hutan, perkembangan penduduk, masalah makanan, penggunaan energi, kenaikan suhu bumi karena efek dari rumah kaca atau pemenasan global, ozon berlubang dan lainnya, ini berarti juga harus berbicara mengenai ilmu kimia, fisika, pertanian, kehutanan, ilmu gizi, klimatologi, dan lainnya. Boleh dikatakan bahwa semakin hari semakin terasa hubungan ekologi dengan hampir semua bidang ilmu yang ada. Semakin terasa bahwa semua orang harus memahami ekologi.

v  Bagian-bagian Ekologi
Batas wilayah kerja ekologi sangat luas, oleh sebab itu ada bagian-bagian ekologi yang  mengkhususkan perhatiannya kepada bagian-bagian tertentu yaitu:
-          Tingkat organisasi populasi dinamakan Demoekologi
-          Tingkat organisasi bionose (komunitas) dinamakan Synoekologi
-          Tingkat organisasi individu-individu dinamakan Autoekologi
-          Tingkat organisasi ekosistem disebut Ekologi Murni
-          Tingkat organisasi lingkungan masyarakat dan biosfir dinamakan Man and Bioshere Ecology
Ekologi murni mencurahkan perhatiannya pada fungsi ekosistem atau proses pengaliran energi dan materi dalam ekosistem. Bagian ekologi yang mempelajari fungsi dari ekosistem lazim disebut dengan Produksiekologi. Struktur dari ekosistem dinamakan Strukturekologi. Selain itu juga ekologi murni mempelajari proses hubungan timbale  balik antara komponen abiotik dan komponen biotik yang berada dalam ekosistem.
Perhatian cabang-cabang ekologi dapat juga ditujukan kepada jenis medium kehidupan yaitu:
1.      Ekosistem Lautan (marine ekosistem)
2.      Ekosistem Perairan Tawar (ekosistem limnis)
3.      Ekosistem Tanah Kering (gembur) (ekosistem terrestris)
4.    Ekosistem Tanah Basah (ekosistem semiterrestris)
5.      Ekosistem daerah Kota Perindustrian (struktur-struktur manusia)
Tiap-tiap cabang ekosistem tersebut lebih lanjut dapat dibagi menjadi makro ekosistem misalnya hutan, padang rumput, dan lain-lain. Selanjutnya makro ekosistem dapat dibagi lagi menjadi meso-ekosistem, misalnya hutan dibagi menjadi hutan tropis, hutan sub-tropis. Meso-ekosistem masih dapat dibagi lagi menjadi mikro-ekosistem, misalnya hutan kayu jati, dan sebagainya. Mikro ekosistem adakalanya masih dapat terdiri atas nano-ekosistem, misalnya suatu kebun tanaman pisang yang terdiri dari kelompok-kelompok tanaman pisang jenis pisang ambon, pisang raja, pisang emas. 

v  Aplikasi Ekologi
Untuk hidup dan hidup berkelanjutan bagi manusia harus belajar memahami lingkungannya dan pandai mengatur sumber-sumber daya alam dengan cara-cara yang dapat dipertanggungjawabkan demi pengamanan dan kelestarian. Seorang ahli ekologi harus dapat melihat jauh ke depan, dalam jangka panjangan yang lebih bersifat pengamanan dan pemeliharaan untuk dapat hidup dengan baik dengan tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi.
Asas-asas ekologi dalam kenyataan dewasa ini banyak dipakai untuk menganalisis lingkungan hidup manusia, pertambahan penduduk, peningkatan produksi makanan, penghijauan, erosi, banjir, pelestarian plasma nutfah, dan hewana-hewan langka, koleksi buah-buahan langka, pencemaran (polusi), dan lain sebagainya. Pada dasarnya masalah lingkungan itu timbul karena kegiatan manusia sendiri yang tidak mengindahkan atau tidak mengerti prinsip-prinsip ekologi.

Selasa, 07 Juni 2016

BCSxPSS 1976 awaydays NGAWI - Indonesia Soccer Competition B (FOTO)

BCSxPSS 1976 awaydays NGAWI

MFA_1998.> PSS Sleman bertandang ke Ngawi dalam lanjutan Indonesia Soccer Competition (ISC) B. Di Stadion Ketonggo, Ngawi. Salah satu kelompok supporter PSS SLEMAN yakni Brigata Curva Sud ikut mendukung tim kebanggaan di luar kandang (awaydays). Kehadiran mereka membawa dampak positif bagi punggawa PSS Sleman walau dalam pertandingan itu PSS Sleman harus mengakui keunggulan tuan rumah Persinga Ngawi dengan skor 2-1. Namun dengan kehadiran mereka (BCS), para punggawa PSS lebih termotivasi selama pertandingan.

Bahkan tribun stadion tidak mampu menampung semua kehadiran Supporter PSS Sleman ini sampai meluber ke pinggir lapangan. Namun begitu, mereka tetap tertib selama pertandingan, Respect for them! :D

Berikut foto-foto Brigata Curva Sud awaydays Ngawi:

Membludak 1

Membludak 2

THIS IS PASSION!

Dari pinggir lapangan, mereka tetap ngechants secara kompak

They always singing and yelling for their team...

Belakang gawang pun membeludak juga

FULL

Giant flag slalu menghiasi PSS SLEMAN berlaga

A la la A la la A la la la la... oo.. oooo.. ooo.ooo...ooo...oo..

Turn your scarf and chanting

Animo BCS, it's so wonderful!!

Raise your scarf, and sing!

Sampai pinggir lapangan

Lumayan, bisa berteduh, hahaha :D

Bila ada foto yang belum kami upload, silakan bisa kirim foto awaydays Ngawi anda di FB kami: Muhammad Fadhil Amrulloh atau BBM kami 5AC8EA9C.

SUMBER:
- Screenshot video EljaTV
- BCSXPSS.COM
- Facebook

SEKIAN DAN TERIMA KASIH